Rabu, 27 Juli 2011

SUDUT

Matahari selalu menyembul dari balik timur. Tanpa jengah, ia tersenyum mengawali hari yg beku. Kepada setiap kekasih atau pendosa, ia tak peduli. Tulus saja ia menghangatkan setiap yg di muka bumi.
Jelang siang ia akan membakar dgn amarahnya setiap pendosa yg telah buta lg tuli. Sedangkan para terkasih dibiarkannya bernaung dibawah rerimbun kubah mesjid. Menyenandungkan asma penciptanya.
Dan amarahnya meredup pada pelataran senja. Agar para kekasih bercengkrama dlm munajat malamnya. Dan melepaskan para pendosa utk kembali berpesta pora.

Suatu bulan di tahun 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar