; dari sosok yang hidupnya laksana sahabat
Kau, hidupmu yang penuh sahaja
Memandangmu adalah terawang nuansa potret nun disana
Kau suci, seperti pesan sederhanamu padaku
Bersahabatlah dengan yang hatinya adalah kapas; putih dan ringan
Jauhilah yang lisannya adalah perut dan kemaluan; warna-warni dan muslihat
Kau, wajah yang simpan wibawa
Malu aku bila jumpa
Karena kini aku, tinggal lah kata-kata
Jakarta, 10 Juni 2011
Mengenangmu di sisi gelap kehidupan Ibukota
Tidak ada komentar:
Posting Komentar