Dari refleksi jendela kaca busway,
Aku menangkap sudut kesedihan dari pelupuk matamu
Tak perlu kau katakan,
Sebab jiwa dan hati yang menyatu
Seperti partikel-partikel salju yang mencair dari beku
Dari refleksi jendela kaca busway,
Aku mengurai rintik duka di sudut hatimu
Adakah senyumku dapat melepas lelah dan perih harimu?
Seperti kerikil-kerikil di jalanmu yang harus ku congkel satu per Satu
Dari refleksi jendela kaca busway,
Aku menerjemahkan sebaris rindu pada sehelai jiwamu
Bahwa pengembaraan dari jarak dan waktu ini,
Perjalanan panjang yang berdarah-darah ini,
Akan menjadi mahar kita di surga
Tak perlu ada air mata
Sebab Tuhan mengasihi hamba-NYA
Dari busway ini,
Aku selalu tahu
Bahwa Tuhan menjagamu
Jakarta, pagi buta di awal Juni 2011
Dari atas busway PGC – Harmoni – Lebak Bulus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar